Tabea Waya e Karapi!

Sastra for Minahasa Masa Depan!

Mengapa sastra (baca: tulisan)?

Sebab tulisan adalah bentuk kasat mata dari bahasa yang adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasa atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat.


Kemudian: Mengapa pake Bahasa Manado? No kong kyapa dang?

Karena tak ada lagi bahasa lain yang menjadi 'lingua franca" di se-enteru Minahasa hari ini selain bahasa yang dulunya torang kenal juga sebagai "Melayu Manado".

Yang terutama adalah bahwa lewat sastra kita dapat kembali menjabarkan “Kebudayaan Minahasa” hari ini. Dengan menulis kita dapat kembali meluruskan benang kusut sejarah Bangsa Minahasa. Lalu, lewat tulisan, kita menggapai keabadian, io toh?



Tulisan Paling Baru

ini tong pe posting terbaru.

Puisi Rikson Karundeng: "My Beautiful Land".

For Katuari Waya di seberang sana.........

Surise 04.45 AM: Pulau Lembe, Gunung Klabat dan Dua Sudara, menatap Kota Bitung. Dari Puncak Temboan Rurukan torang lei ikut menatap.


Dari Puncak Temboan, tampak Cot di atas Kumelembuai Tomohon bersahut-sahutan dengan Klabat dan dari jaoh Pante Manado tersenyum.
Bak Teterusan ia berpekik " I....Yayat U...Santi !
Dan Waranei itu membelah gelap berselimut kabut
Melintasi Mahawu yang masih membisu


Dengan gagah Pegunungan Lembean berucap: "Apa kabar kekasihku Danau Tondano, Slamat Pagi Tondano, Slamat Pagi Minahasa"
Nafsu memburunya tuk menaklukkan Temboan
Tak ingin ia melepaskan sang kekasih beranjak dari pembaringannya
Nafas menderu semakin merangsang hasrat
Dan satu desahan kelegaan
memeluk asanya yang kini orgasme


"Pagi Bae !" Masarang bilang.
Di atas rumput permadani embun...
Di depan mata Masarang......
Dalam awasan Lembean....
Kening sang kekasih di balik Lembe' dikecupnya
dan sang kekasih tersenyum dengan sinarnya


Denni, Rikson, Green dan Sang Mentari. Dari blakang Kamera Ompi bilang: "Nda Rugi Mawale tidor jam satu bangong jam stenga ampa"
Klabat dan Dua Sudara hanya tersipu menatapnya
Dano Tourano hening tak berujar....
Dalam kalbu ia dendangkan "Oh Minahasa Kinatoanku"


Torang Pe Cirita

Tadi pagi Torang bacirita....

DUA SUDARA : Klabat, ngana do' pe gagah skali, pe tinggi, dapa lia damai...
KLABAT : Mar ngoni dua lei pasung, kong salalu baku sayang. Mantap !

MASARANG : Kalu kita dang weta' ?

KLABAT : Angko lei dapa lia pasung. Tanya jo pa Lembean !

LEMBEAN : Tu'u ! Torang samua lebe pasung kalu so sama2 deng Danau Tondano dg Pante Manado.

MENTARI : Tiap kita bangong, langsung rasa dame ja lia pa ngoni. Pasuuuuung skaliiyanan. Semoga ini Tanah Malesung Dame deng pasung salalu.

GREEN : Kalu kita, Ompi, Rikson deng Denni dang ?

MENTARI : ???????????? Hehehe.....bakusedu katu. Biar ngoni blung cuci muka, tetap pasung lei.

0 komentar: